Senin, 20 Juni 2011

nyi roro kidul

nuwarxx@¤¤¤¤Setelah lilin itu dinyalakan, kemudian lampu kamar dimatikan, aku
diharuskan memandangi nyala apinya
selama beberapa menit sambil
berkonsentrasi, kemudian
memejamkan mataku.
Aneh, nyala api lilin seakan masih ada didepan mataku, padahal
aku sudah memejamkan mata,
terdengan guru pembimbing
spiritualku berkata : " sebutkan
warna-warna nyala api lilin yang kau
lihat ", memang kemudian muncul nyala lilin warna merah, biru, kuning,
hijau, bergantian, ada yang dua-tiga
kali muncul, malah warna hitam juga
muncul, setiap kusebutkan dicatat
dengan teliti oleh guru
pembimbingku. Setelah nyala api lilin kemudian
tidak muncul lagi maka lampu kamar
dinyalakan dan diperlihatkan
kepadaku catatan deretan warna-
warna yang muncul saat aku
memejamkan mata. Setelah mempelajari catatan itu
beberapa saat dan
membandingkannya dengan
beberapa catatan sebelumnya,
kemudian dia menganggukan
kepalanya, " Bagus ", katanya, " Mulai malam ini sudah bisa dilakukan
upacara meraga sukma ". Aku sangat
gembira karena tak sia-sialah
usahaku mempersiapkan segala
sesuatunya agar aku bisa meraga
sukma, keluar dari tubuhku dan pergi kealam gaib yang sejak lama sangat
kudambakan.
Tujuh simpul gaib ditubuhku
dibuka olehnya, agar roh-ku bisa
melepaskan diri dari raga-ku dan
pergi berpetualang kealam gaib. Setelah beberapa kali mengadakan
peneropongan secara gaib maka aku
disuruh meditasi, menjalani ritual
khusus, yaitu cara atau kunci agar
bisa melepaskan diri dari kurungan
raga, setelah sebelumnya berdoa minta perlindungan kepada
Tuhan......... Allah SWT. Saudaraku yang dari Solo telah
sejak lama bisa meraga sukma dan
menceritakan banyak pengalamannya
yang fantastis (menurutku), dan
membuatku sangat takjub dan tertarik
untuk mempelajari ilmu ini, apalagi setelah dijelaskan bahwa kalau telah
menguasainya dengan sempurna,
maka batas ruang dan waktu menjadi
tidak ada. Maksudnya adalah, bisa
melihat kejadian-kejadian apa saja
dan dimana saja, kapan saja, dari kamar tempat kita meditasi tanpa
dibatasi oleh ruang dan waktu, selain
tentunya bertemu dengan mahluk-
mahluk alam gaib yang kasat mata. Setelah menjalani ritual yang
disuruh oleh guru pembimbingku,
kemudian aku disuruh melompat
keluar melalui ubun-ubun kepalaku,
tentu saja aku bingung, bagaimana
caranya, akan tetapi kucoba untuk melakukannya, yaitu roh-ku
melompat keluar dari raga-ku
Sekali, dua kali gagal, yang
ketiga kalinya sepertinya berhasil.
Tiba-tiba aku sangat terkejut dan
hampir berteriak kaget karena melihat diriku sedang duduk dengan serius
dihadapanku melakukan meditasi.
Lho koq bagaimana ini, aku bisa
melihat diriku sendiri berada
dihadapanku. Lalu aku sendiri yang
sedang melihat diriku ini apa ?. Terdengar suara guru pembimbingku
mengingatkan agar aku janganlah
takut atau terkejut dengan kejadian
ini. Ternyata saat ini aku sedang
berada dalam alam yang bersinar
kebiruan, dan anehnya aku bisa
melihat ketempat yang gelap
sekalipun dengan jelas.
Aku menegok kesebelah diriku dan terlihat guru pembimbingku juga
sedang duduk meditasi,
disampingnya terlihat perwujudannya
berpakaian putih-putih dan tubuhnya
bercahaya, guru pembimbingku koq
ada dua ?, fikirku. Wujud yang bersinar dari guru
pembimbingku memberi isyarat agar
aku mengikutinya, aku mencoba
berjalan tapi sangat sulit dan kaku,
beberapa kali hampir terjatuh. Tubuh
bersinar guru pembimbingku dengan tidak sabar memberi lagi isyarat agar
aku mengikutinya, aku mencoba
berjalan sebisaku mengikutinya
berjalan keluar rumah. Setibanya diluar rumah kulihat
tiba-tiba guru pembimbingku tidak
jalan dilantai, akan tetapi telah terbang
naik beberapa meter dari tanah dan
menunjuk kearah Selatan. Terdengar
bisikannya jelas ditelingaku : " Coba- lah, kau bisa terbang sepertiku, kita
terbang menuju ke arah Selatan ".
Kucoba menjejakkan kakiku kelantai,
keanehan terjadi tubuhku melayang
naik beberapa meter tapi agak
menggeliat miring, hampir jatuh. Akhirnya aku berhasil
menguasai tubuh halusku dan
terbang mengikuti guru
pembimbingku kearah selatan, terus
menembus awan, melewati hutan,
gunung dan akhirnya tiba ditepi pantai. Gelombang laut terlihat
menerjang kearah pantai dengan
dahsyatnya dan membasahi kakiku,
terlihat pembimbingku berjalan
kearah laut, dan aku terus
mengikutinya dari belakang. Tubuhku mulai tenggelam
kedalam laut, ketika air telah
mencapai pinggangku terdengar
pembimbingku berbisik : " Mohon
agar bisa berjalan diatas air ", dan
terlihat pembimbingku telah melesat dengan cepatnya diatas air terus
menuju ke Selatan. Setelah memohon,
pelan-pelan tubuhku terangkat dan
bisa berjalan diatas air laut, pakaianku
langsung kering seakan akan tidak
pernah terendam air laut sebelumnya, kejadian ini sangat mengagumkanku
sehingga membuatku menjadi
bersemangat dan berlari cepat
menyusul pembimbingku yang sudah
jauh didepan. Terlihat ada bentuk gapura
didalam laut dan pembimbingku
sedang meminta ijin kepada pengawal
untuk masuk kedalam istana,
mendadak laut terbuka membentuk
lubang, ruang yang sangat besar dengan gapura yang indah, lengkap
dengan anak tangganya, kami masuk
kedalam dengan takjub. Sayup-sayup
terdengar suara gamelan dengan
nada-nada yang belum pernah
kudengar sebelumnya. Istana bersinar kehijauan dan
terlihat banyak yang lalu lalang akan
tetapi tidak sedikitpun diantara
mereka yang menoleh kearah kami.
Mendekati pintu depan istana
pengawal mencegat kami dengan memalangkan tombak yang bersinar
keemasan, dan sekali lagi
pembimbingku menyampaikan salam
niatnya. Terdengar suara merdu dari
dalam dan para pengawal menyingkir
memberi kami jalan masuk kedalam
istana. Situasi Istana sulit untuk
digambarkan, sangat indahnya, tiang-
tiangnya berukir indah dan berkilauan berlapis emas dan
lantainya juga berkilauan, dimana
mana bertebaran hiasan-hiasan yang
menakjubkan yang menambah
indahnya istana ini.
Terdengar lagi suara merdu menyambut kami, dan dengan takjub
aku melihat sesosok tubuh molek
dengan busana serba hijau dan
gemerlapan yang dihiasi intan
permata, parasnya cantik bersinar dan
berseri, memakai mahkota emas yang berkilauan, menyambut kedatangan
kami, mahluk cantik jelita yang duduk
disinggasananya ini sulit untuk
digambarkan kecantikannya.
Kemudian memberi isyarat dengan
melambaikan tangannya agar kami mendekat.
Aku mendekat dan mengikuti
pembimbingku yang menyembah
dengan takzim sebagai tanda hormat,
inikah Nyi Roro Kidul yang terkenal
itu, Penguasa Laut Selatan, Ratu dari alam gaib, kesinikah aku dibawa oleh
pembimbingku untuk menjumpainya
dan memperkenalkan diriku. Terlihat
Ratu Kidul turun dari singgasananya
dan menyuruh kami berdiri, aku
menundukkan muka tidak berani melihat wajahnya yang halus, cantik
jelita dan bersinar, juga kearah
busana atasnya yang agak tembus
pandang dan memperlihatkan tubuh
bagian atas yang aduhai. Ratu memanggilku untuk
mendekat, kemudian menyentuh
kepalaku dan memberikan sebuah
keris kecil, yang dengan agak
kebingungan kemudian kuterima.
Kuanggukkan kepala dan kuucapkan terima kasih atas pemberiannya. Ratu
mengangguk-anggukkan kepalanya
sambil tersenyum kearahku atas
sikapku yang agak gugup tapi tetap
santun. Setelah selesai bertemu
dengan Ratu Kidul, kemudian pembimbingku menggamit tanganku
untuk mengajak pulang.
Kami amit mundur, pamit dan
meninggalkan istana dasar lautnya
Ratu Kidul. Keris pemberian Ratu Kidul
kugenggam erat-erat ditangan kananku.
Lain dengan masuknya, kami
keluar dengan mudah tanpa halangan
apapun dari para pengawal dan
kemudian � tancap gas ' terbang kembali ketempat kami meditasi.
Sambil terbang aku terus-menerus
melirik ke keris pemberian Ratu Kidul,
dan tak henti mengaguminya. Perjalanan pulang terasa sangat
cepat dan tiba-tiba sudah berada
dihadapan raga kami yang masih
terlihat asyik bermeditasi.
Kulihat tubuh halusku memakai
pakaian berwarna keperakan dan didadaku terlihat gambar Rajawali dan
Naga sedang bercengkrama. Terus
terang aku kaget dan kagum melihat
penampilanku sendiri yang baru
kuperhatikan, tidak dari awal saat
keberangkatan ke Istana Ratu Laut Selatan. Tak terasa genggaman
tanganku ke keris yang diberikan
Ratu Kidul mengendur dan mendadak
sontak tiba-tiba keris terbang
berputar-putar serta menukik tajam
masuk kedalam lengan kiriku dan menetap disana. Aku benar-benar
terkejut atas kejadian ini dan terus
meneliti keadaan tangan kiriku yang
telah terisi keris. Takjub.
Begitu mendekati raganya
ternyata tubuh halusku langsung tersedot masuk bagaikan asap yang
dengan sangat cepatnya kembali
menyatu dengan ragaku, alam biru
perlahan memudar dan kesadaran
timbul dalam diriku � Aku sudah kembali �. Aku membuka mataku perlahan dan sinar lampu dari kamar sebelah
memasuki bola mataku dan
menimbulkan kesadaran bahwa � telah kembali ke alam nyata �. Kulihat guru pembimbingku-pun telah
membuka matanya dan tersenyum
kepadaku, kemudian berkata : " Sang
Ratu telah berkenan memberimu keris
". Aku mengangguk-angguk dan
keingintahuanku langsung menyeruak apakah guru
pembimbingku melihat pakaian
halusku, dan aku bertanya : " Apa
bapak bisa melihat saya juga, seperti
saya melihat bapak ? Kalau boleh tahu
seperti apa tubuh halus saya ini dan bagaimana dengan pakaianku ? ".
" Tentu saja aku melihat juga
dan pakaian keperakan yang kau
kenakan sangat indah apalagi dengan
gambar burung dan ular naga besar
didadamu ", jawabnya lengkap dan memuaskan hatiku. Akh, ternyata apa
yang kulihat sama dengan yang
dilihatnya, berarti ini bukan mimpi
atau khayalan saja tetapi benar-benar
terjadi. Dan tubuhku bergetar keras
karena sensasi hebat yang tiba-tiba muncul kedalam hatiku. " Luar biasa,
sungguh luar biasa, .... ", hanya itu
yang bisa kuucapkan lirih. Tapi aku masih mengejar lagi
dengan pertanyaan : " Sepertinya
rumah ini ada mahluk halusnya
terutama di pohon Nangka itu
kelihatan galak ", dengan tersenyum
pembimbingku berkata lagi : " Oh.... maksudnya mahluk berekor yang
giginya runcing itu, dan dibelakang
rumah mahluk perempuan dengan
punggung bolong dan rambut riap-
riapan, kalau tidak mengganggu
biarkan saja, mereka kan dialamnya, kita dialam kita ". Memberi penjelasan
lagi yang lebih meyakinkan kepadaku
bahwa alam gaib itu memang ada, dan
bisa kita lihat bila kita memang
mempunyai kekuatan atau ilmu untuk
menembus kealam gaib. Karena apa-apa yang kulihat
ternyata dilihatnya juga sama tak
berbeda, dan kita bisa saling melihat
tubuh halus kita seperti didunia nyata
saja. Bedanya, apapun yang kita
mohon dialam gaib dapat langsung terkabul, dan bisa kita dapatkan
seketika itu juga, misalnya kita minta
emas balokan, langsung ditangan kita
muncul emas balokan 24 karat
dengan berat misalnya satu kilo, akan
tetapi bila kita kembali keraga kita dan membuka mata ternyata dialam
nyata......., tidak ada ditangan kita
emas balokan tersebut. Hanya ada di
alam gaib.
Mungkin ada caranya untuk
mewujudkannya kealam nyata tapi masih belum kuketahui bagaimana
dan harus melakukan apa
persyaratannya..... Wajah cantik sang Ratu dengan
Istana megahnya, keris pemberiannya
serta pengalaman gaib perjalanan
Meraga Sukma itu masih terus
terbayang-bayang hingga beberapa
hari kemudian, sampai kemudian pengalaman-pengalaman gaib lainnya
yang lebih mencekam kudapatkan
dan terus berlanjut hingga kini.
Demikianlah pengalamanku
pertama kali bisa Meraga Sukma dan
masuk ke-alam gaib yang menakjubkan, ternyata perjalanan
dialam gaib yang rasanya lama itu,
hanya memakan waktu 20 menit saja. Akan tetapi dialam sana banyak
mahluk-mahluk gaib yang jahat
sehingga sangatlah berbahaya
memasuki alam gaib tanpa bimbingan
dan perlindungan yang kuat, bisa-
bisa kita terperangkap dan tidak bisa keluar lagi sehingga dianggap telah
mati (suri) oleh orang-orang, dan bila
beberapa minggu atau bulan baru kita
bisa kembali keraga kita mungkin
raga kita sudah dimakamkan oleh
keluarga kita (karena dianggap sudah mati, padahal belum).
Bayangkan begitu kita sadar
kita berada dua meter didalam tanah
terkurung di kegelapan, sudah
dibungkus kain kafan, dan tidak
mungkin menggali keatas, kita berusaha berteriak minta tolong, siapa
yang mungkin mendengar dan bisa
menolong. Dengan panik tangan kita
mencakar-cakar berusaha untuk
menggali tanah keatas, kaki
berusaha menendang-nendang,
akan tetapi himpitan tanah sangat
keras, meskipun sampai kuku terlepas dan kulit bahkan daging
tangan terkelupas dari tulangnya,
takkan mungkin melepaskan diri
dengan menggali keluar, waktu
membatasi, sebentar saja
persediaan oksigen dalam lubang menipis, kita akan kesulitan
menarik nafas dan kita akan mati
lemas karena kehabisan oksigen,
menjelang ajal, menyesalpun
sudah terlambat, kemudian
menjadi arwah penasaran gentayangan.
Mati yang benar-benar mati
dengan mata melotot, mulut
berbusa dan jari tangan hancur
berdarah. Masya Allah, semoga ini
tidak terjadi pada diri anda..........

Tidak ada komentar:

Total Tayangan Halaman

Powered By Blogger
Powered By Blogger

berita populer

Blogg nuwar

¤¤¤¤¤Aku hanyalah orang biasa yang selalu ingin berbagi pengalaman untuk semua orang¤¤¤¤¤
"selamat datang di Blogg yang sederhana"
Powered By Blogger