Jumat, 28 Oktober 2011

Situs2 di internet lbih berbahaya dripada hacker

※⌣※※⌣※※⌣※※⌣※※⌣※WASHINGTON - Situs internet ternyata jauh lebih berbahaya dari hacker karena membocorkandata pengguna jauh lebih banyak ketimbang serangan pembocoran data oleh hacker.
Seperti yang dikutip dari Reuters , Rabu (12/10/2011), konsumen menjadi lebih rentan lebih dari dugaan mereka sebelumnya, ketika berselancar di internet, ungkap sebuah penelitian terbaru.
Lebih dari separuh dari 185 trafik situs internet yang diteliti oleh Computer Security Laboratory dari Stanford University, telah membeberkan nama serta ID pengguna ke situs lain.
Penelitian tersebut menyebutkan bahwa Google, Facebook, comScoredan Quantcast merupakan beberapa pihak penerima data nama pengguna dan informasi ID.
Jon Leibowitz Chairman dari Federal Trade Commision, mengatakan bahwa studi ini diharapkan ke depannya dapat membantu pihak agensi untuk melindungi privasi pengguna, serta tetap menjaga internet dari para 'cyberazzi', yakni para pencuri data pengguna secara ilegal di internet.※⌣※※⌣※※⌣※※⌣※※⌣※

200 Korban penipuan cinta Online

※⌣※※⌣※※⌣※※⌣※※⌣※LONDON - Penipuan online berkedok cinta telah memakan korban sebanyak 200 ribu pengguna di Inggris, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh University of Leicester.
Seperti yang dikutip dari MoneyWise , Jumat (30/9/2011), para pelaku bersembunyi di balik profil dan foto palsu. Lalu mereka berteman dengan calon korban, dan meminta mereka untuk mengirim sejumlah uang, dengan alasan kebutuhan darurat.
Penelitian University of Leicester yang bekerjasama dengan Serious Organised Crime Agency (SOCA) ini, mengungkap bahwa satu dari tiap 50 orang dewasa mengaku mengenal orangyang pernah menjadi korban penipuan bermotif cinta online tersebut.
Jumlah kerugian dari penipuan cinta online terbesar yang pernah diselidiki oleh SOCA adalah sebebsar 240 ribu Euro.
Profesor Monica Whitty, seorang psikolog dan profesor di University of Leicester, mengatakan bahwa jumlah korban tersebut sebenarnya masihbisa lebih besar lagi. "Hanya saja masih banyak yang belum terlacak," ujarnya.
Sementara Collin Woodstock dariSOCA, mengatakan bahwa setidaknya 52 persen responden mengaku bahwa mereka kenal dengan orang-orang yang pernahmenjadi korban penipuan dengan motif cinta online.
"Pelaku biasanya menghabiskan waktu yang cukup lama mengintai korban mereka, mencari titik lemah mereka, sertamenunggu waktu yang pas untukmeminta uang," jelas Collin.
"Sangat penting bahwa jangan pernah mengirim uang kepada seseorang yang belum dikenal, apalagi dikenal dari internet," pungkasnya.※⌣※※⌣※※⌣※※⌣※※⌣※

Anonymous dan Fb

※⌣※※⌣※※⌣※※⌣※※⌣※Anonymous berbeda pendapat soal rencana 'pembunuhan' Facebook
enlarge this image
CALIFORNIA - Setelah membuat heboh dengan rencananya mematikan jejaring sosial raksasa Facebook pada 5 November mendatang, grup hacktivist populer Anonymous tiba-tiba membatalkan wacana tersebut. Lho?
Berdasarkan laporan The Inquirer , Jumat (12/8/2011), rencana tersebut ternyata tidak mendapat dukungan dari seluruhanggota Anonymous. Salah satu anggota Anonymous mengklaim bahwa ‘Operasi Facebook’ merupakan wacana dari para anggota baru yang tidak sesuai dengan misi kelompok tersebut.
"Kami benar-benar tidak mendukung#OpFacebook…Anonymous seharusnya berjuang untuk pengguna internet, bukannya merugikan mereka. Tolong jangan langgar privasi warga negara," demikian tweet salah satu anggota Anonymous.
"Anggota lama Anonymous memutuskan untuk memegang kekuasaan grup lebih kuat lagi. Kendali Anon kembali kami ambil. Saatnya untuk diskusi yang fokus dan sehat," tulis anggota lainnya.
Sementara itu, akun resmi Anonymous @anonops justru membantah adanya rencana ‘pembunuhan’ Facebook. "Untuk disiarkan: Media di seluruh dunia…berhentilah berbohong!#OpFacebook hanyalah (berita) palsu! Kami tidak ‘membunuh’ pengantar pesan. Itu bukan gaya kami!" tulis mereka.
Sebelumnya, Anonymous dikabarkan bakal menyerang Facebook pada 5 November mendatang. Mereka mengklaim bahwa Facebook bertentangan dengan prinsip gerakan mereka dan menuding situs yang memiliki lebih dari 700 anggota itu menjual informasi penggunanya kepada pemerintah.
※⌣※※⌣※※⌣※※⌣※※⌣※

FB tutup hanya hoax saja

※⌣※※⌣※※⌣※※⌣※※⌣※Facebook Ditutup 15 Maret, Hoax!
TEMPO Interaktif , Sebuah rumor yang bikin heboh berkembang pesat di internet: Facebook akan ditutup pada 15 Maret 2011. Ternyata rumor itu adalah hoax alias lelucon.
Facebook membantah rumor tersebut. "Kami tidak mendapat pemberitahuan apapun soal penutupan, jadi kami terus bekerja," tulis Facebook seperti dikutip dari AFP, Senin (10/1).
Rumor Facebook pertama kali ditutup muncul di situs komedi satir yang memuat berita-berita asal, nama situs itu WeeklyWorldNews.com, situs tersebut juga membuat berita-berita asal seperti "Alien akan Menyerang Bumi pada 2011" dan"George Clooney akan Maju sebagai Presiden."
Soal berita Facebook ditutup di situs WeeklyWorldNews.comitujuga ditulis pernyataan pendiri Facebook Mark Zuckerberg."Faceebok membuatku stres, aku tidak bisa mengontrol perusahaanini lagi, aku perlu mengakhiri semua ini," kata Zuckerberg seperti di tulis situs itu.
Berita itu mendadak menyebar cepat seperti virus, di Twitter, di Facebook, semua bertanya-tanya.Mereka awalnya bingung sumberberita tersebut. Ternyata setelah ditelusuri, seperti yang ditulis oleh About.comdan CNET, beritaitu berawal dari situs komedi satir, WeeklyWorldNews.com.
Facebook adalah situs jejaring sosial terbesar di dunia. Pemilik akun Facebook saat ini sudah lebihdari 500 juta, sebanyak 146 juta adalah penduduk Amerika Serikat, adapun Indonesia berada di peringakat kedua dengan jumlah pengguna lebih dari 32 juta.※⌣※※⌣※※⌣※※⌣※※⌣※

Total Tayangan Halaman

Powered By Blogger
Powered By Blogger

berita populer

Blogg nuwar

¤¤¤¤¤Aku hanyalah orang biasa yang selalu ingin berbagi pengalaman untuk semua orang¤¤¤¤¤
"selamat datang di Blogg yang sederhana"
Powered By Blogger